maanantai, 12. helmikuu 2018

Kapal Tanker India Hilang di Afrika Barat

Satu kapal tanker yang mengangkut 22 kru asal India dilaporkan hilang di Teluk Guinea, di terlepas pantai Benin, Afrika Barat. Laporan itu berlangsung sesudah kapal Marine Express itu hilang kontak mulai sejak Kamis, 1 Februari 2018. 

International Maritime Bureau menyebutkan, Angkatan Laut Benin tengah lakukan pencarian Marine Express. Diambil dari BBC, Senin (5/2/2018), waktu hilang kapal yang dikelola oleh perusahaan Hong Kong Anglo-Eastern itu tengah mengangkut 13. 500 ton bahan bakar. 

Lewat Twitter, Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj menyebutkan, pemerintahnya sudah bekerja dengan otoritas setempat. " Kapal Marine Express yang mengangkut 22 Warga Negara India hilang di Pesisir Benin di Teluk Guinea, " catat Swaraj di Twitter. 

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Pelni

" Kami lakukan semua langkah dengan bekerjasama dengan otoritas Nigeria serta Angkatan Laut Benin untuk mencari jejak kapal yang hilang. Kami buka nomor pertolongan (+234) 9070343860, " tambah Menteri Luar Negeri India itu. 

Insiden itu berlangsung kurang dari sebulan sesudah kapal beda disandera oleh perompak di lokasi yang sama. Tetapi, alat transportasi laut itu sukses dibebaskan enam hari lalu selesai uang tebusan dibayar. 

Jurnalis BBC, Will Ross, menyebutkan kalau perairan Somalia -- negara di pantai timur Afrika -- sempat jadi lokasi yang paling beresiko di Afrika. 

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Laut

Tetapi sesudah dikerahkannya kapal perang internasional, keadaan di lokasi itu sudah lebih baik. Sekarang ini serangan semakin banyak berlangsung di Afrika Barat, dengan jumlah peristiwa lebih dari 1x tiap-tiap minggunya.

maanantai, 12. helmikuu 2018

Fokus Jadi Perburuan Kapal Harta Karun

Kapal berteknologi mutakhir Seabed Constructor jadi andalan untuk menguak kehadiran Malaysia Airlines MH370 yang hilang tak tahu dimana. Bahtera bertugas menyisir Samudera Hindia untuk mencari pesawat yang raib mulai sejak Sabtu, 8 Maret 2014. 

Kapal itu disewa perusahaan eksplorasi yang bermarkas di Texas, Amerika Serikat, Ocean Infinity, yang menandatangi perjanjian dengan Pemerintah Malaysia. Berisi, mereka juga akan terima uang 70 juta dolar Australia ((sama dengan Rp 938 miliar) ) bila temukan MH370 kurun waktu 90 hari. Bila tidak sukses, pemerintah Negeri Jiran tidak butuh membayar apapun. 

Seabed Constructor menyisir titik pencarian baru, yang letaknya diluar ruang Busur ke-7 (7 th Arc) -- lokasi seluas 120 km. persegi yang ditetapkan berdasar pada 'jabat tangan' (handshake) ke-7 serta paling akhir pada MH370 serta satelit. 

Tetapi, hal mencurigakan berlangsung di dalam pencarian MH370. Kapal itu mematikan instrumen Automatic Identification Sistem (AIS) sepanjang lebih dari tiga hari. 

AIS dalam Seabed Constructor mati mulai sejak 2 Januari 2018 serta baru dihidupkan kembali ke Senin malam 5 Januari 2018. 

Apa yang berlangsung pada Seabed Constructor tidak seperti pendahulunya, Fugro Equator, Fugro Discovery, serta Havila Harmony -- yang kesibukan pencariannya dapat dipetakan lewat satelit serta disaksikan beberapa penyelidik, baik profesional serta amatir. 

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Tilongkabila

Bahkan juga, ilmuwan antariksa Inggris Richard Cole serta pakar tehnik presisi (precision machinist) Kevin Rupp, yang rajin memosting peta pencarian MH370 di buat bingung karena itu. 

" Pertanyaannya, apakah ini kekeliruan yang dikerjakan seorang yang sesuaikan penyusunan system AIS sebelumnya pergi ke Fremantle, atau aksi yang disengaja, " kata Richard Cole seperti diambil dari News. com. au, Senin (5/2/2018). 

Apa yang dikerjakan Seabed Constructor bahkan juga disamakan dengan kondisi yang berlangsung sebelumnya MH370 menghilang dari radar : system aircraft communications, addressing and reporting sistem (Acars) dalam pesawat itu dimatikan kurang dari sejam sesudah terlepas landas dari Kuala Lumpur pada 8 maret 2014. 

Saat ini, piranti AIS di Seabed Constructor sudah dihidupkan. Kapal itu tengah dalam perjalanan menuju Perth, Australia Barat, dimana ia dijadwalkan berlabuh di Fremantle pada 8 Februari 2018. 

Kapal yang dioperasikan Ocean Infinity juga akan mencari MH370 di ruang prioritas seluas 25. 000 km persegi di utara (bertolak dari ruang terlebih dulu) yang belum juga pernah terjamah oleh tim operasi awal, yang di pimpin oleh Australia. 

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Bukit Siguntang

Kapal Seabed Constructor punya Ocean Infinity membawa delapan kendaraan penyelam berpemindai. Mereka juga akan menelusuri basic laut di ruang prioritas pencarian seluas 25. 000 km persegi dari lokasi utara operasi terlebih dulu, yang belum juga pernah terjamah oleh tim operasi awal. 

Operasi itu dikerjakan oleh 65 awak, termasuk juga dua perwakilan pemerintah Negeri Jiran yang diwakili Angkatan Laut Malaysia.

maanantai, 12. helmikuu 2018

Kapal Pengangkut BBM Pertamina

Kita tidak sempat tahu begitu beratnya medan yang dihadapi Pertamina dalam mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Keadaan jalan dan cuaca jelek kadang-kadang jadi masalah untuk beberapa petugas lapangan, sampai dapat meneror nyawa petugas. 

Keadaan cuaca jelek di perairan utara Jawa Tengah, buat supply BBM ke kepulauan Karimunjawa tersendat. Sesudah keadaan cuaca dinyatakan kondusif serta memperoleh izin berlayar dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Kepulauan Karimunjawa, kapal pengangkut BBM Pertamina pada akhirnya diberangkatkan pada Sabtu, 3 Februari 2018 awal hari. 

Tetapi siapa kira, sekitaran 7 mil mendekati Karimunjawa, kapal itu diadang cuaca jelek. Angin kencang serta gelombang tinggi sampai tiga mtr. buat kapal terombang-ambing sampai hampir karam. 

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Nggapulu

Peristiwa ini terekam oleh salah seseorang kru kapal yang bertugas waktu itu. Terlihat ombak sekian kali menghantam tubuh kapal yang mengangkut sekitaran 125 kiloliter BBM itu. Mengingat kapal bermuatan BBM serta begitu beresiko bila terserang goncangan, lalu kru kapal mengaturnya dengan perlahan-lahan. 

Minggu 4 Februari, pada akhirnya kapal sukses menepi di Karimunjawa, sesudah supply BBM pernah terlambat nyaris satu bulan karena cuaca jelek. Cuma saja, pengiriman BBM ini memerlukan saat tempuh 21 jam dari keadaan normal cuma 7 hingga 8 jam saja. 

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Ciremai

Perlu untuk diketahui, stock BBM di Kepulauan Karimunjawa sangatlah menipis. Supply BBM type Pertalite serta Solar paling akhir di kirim pada 13 Desember 2017. BBM untuk nelayan masih tetap ada dengan stock terbatas. Sedang untuk angkutan di darat telah habis.

maanantai, 12. helmikuu 2018

Armada Kapal Amfibi Korea Utara

Satu citra satelit yang dilaunching oleh firma think-tank pemerhati gosip Korea Utara tunjukkan kalau negara yang di pimpin oleh Kim Jong-un itu tengah meningkatkan dan meremajakan pangkalan armada kapal amfibi (hovercraft) militernya. 

Rezim 'The Rogue State' -- julukan Korut -- diberitakan membuat dua pangkalan baru serta meremajakan dua pangkalan lama untuk armada hovercraft itu, yang terdapat di pantai barat Korea Utara. Sarana itu diprediksikan juga akan usai pada th. depan. 

Semasing pangkalan itu, seperti diambil dari The Telegraph (8/2/2018), terlihat diperuntukkan untuk tingkatkan ancaman pada Pulau Daecheong-do di Semenanjung Korea yang dikuasai oleh Korea Selatan -- yang cuma berjarak tempuh sekitaran 30 menit. 

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Tatamailau

Sarana itu juga cuma berjarak tempuh sekitaran 90 menit dari kota pelabuhan besar Incheon, di daratan paling utama Korea Selatan. 

Gambar satelit yang di ambil pada Desember 2017 itu adalah hasil studi yang dilaunching oleh Beyond Parallel, Center for Strategic and International Studies, Amerika Serikat, serta ditulis oleh Joseph Bermudez, seseorang analis untuk North 38 yang dikelola oleh US-Korea Institute John Hopkins University, AS. 

" Semuanya juga akan menyebabkan eskalasi penting dari ancaman Angkatan Laut Korea Utara ke Korea Selatan di lokasi Laut Barat Semenanjung Korea, " catat Bermudez. 

Photo satelit itu tunjukkan kalau beberapa peremajaan sarana lama tengah berjalan di pangkalan Yonbong-ni seluas 170 hektare dan sebagian konstruksi lahan yang dikeraskan supaya dapat menyimpan 54 hovercraft. 

Disamping itu, pembangunan sarana baru diberitakan tengah berjalan di Sasulpo. Sarana itu terlihat diperuntukkan jadi " perpanjangan tangan " untuk basis induk hovercraft Korea Utara di Kibong-dong serta Tasa-ri. 

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Lawit

Project pembangunan di Sasulpo meliputi pembuatan jalur baru, bendungan, serta tanggul pelindung, sarana kantor pusat, dan susunan tembok untuk menambatkan hovercraft. 

Armada hovercraft, mulai sejak 1980-an dipakai dengan spesial oleh Korea Utara jadi transportasi sea-to-land yang dapat membawa 50 personel pasukan spesial sampai sebagian ratus kg kargo militer -- menukar moda landing-craft beda yang konvensional.

maanantai, 12. helmikuu 2018

Kapal Pesiar Putar Balik Gara-Gara Penumpang

Seseorang nakhoda di kapal pesiar P&O Pacific Explorer memutar balik kemudinya ke Sydney, Australia, sesudah satu insiden beresiko berlangsung. 

Diambil dari situs ABC. net. au, Senin (12/2/2018), pemicunya dijelaskan dikarenakan seseorang wanita asal Rusia berumur 37 th. dituding memukul seseorang pria berumur 21 th. dengan botol anggur. 

Insiden ini berlangsung sesudah keduanya ikut serta dalam adu alasan waktu mengantre untuk memakai toilet pada Minggu, 11 Februari 2018, malam. Perkelahian ini termasuk alot, perlu saat sekitaran 30 menit untuk merampungkan persoalan keduanya sepanjang ada di kapal pesiar. 

Petugas keamanan yang berada di kapal pesiar juga berusaha untuk memisahkan keduanya. Pihak kapal pesiar menyebutkan, pihaknya sudah memohon Komando Lokasi Laut New South Wales untuk menolong penyelesaian persoalan. 

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Dorolonda

" Hal semacam ini searah dengan kebijakan ketat kami tidak untuk menoleransi tingkah laku terlalu berlebih yang memengarui keamanan, " tutur juru bicara P&O Cruises. 

" Walau hal semacam ini tidak sering berlangsung, kami tidak sangsi untuk ambil aksi tegas untuk aktor kerusuhan, " kata dia. 

Ke-2 pihak yang berkelahi dilaporkan terluka serta sudah ada di Sydney untuk merampungkan permasalahannya. Sesaat, wanita Rusia yang memukul pria itu dengan botol anggur sudah dibebaskan dengan jaminan. 

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Gunung Dempo

Tetapi, ia dijadwalkan untuk menghadiri pengadilan bln. depan. P&O Cruises menyebutkan, pihaknya juga akan melarang aktor untuk melancong dengan kapal pesiar kepunyaannya atau afiliasinya.